Minggu, 08 April 2012

PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN REMAJA


PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN REMAJA
A.    PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Di dalam kehidupan anak ada dua proses yang beroperasi secara kontinu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Banyak orang menggunakan istilah “pertumbuhan” dan “perkembangan” secara bergantian. Kedua proses ini berlangsung secara interpendensi, artinya saling bergantung satu sama lain. Kedua proses ini tidak bisa dipisahkan dalam bentuk-bentuk yang secara pilah berdiri sendiri-sendiri, akan tetapi bisa dibedakan untuk maksud lebih memperjelas penggunaannya.
Pertumbuhan adalah perubahan secara pisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat dalam perjalanan waktu tertentu. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik  (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yang kurang normal pada organisme ada bermacam-macam, yaitu :
Pertama, faktor-faktor yang terjadi sebelum lahir.
Kedua, faktor ketika lahir atau saat kelahiran.
Ketiga, faktor yang dialami bayi sesudah lahir.
Keempat, faktor psikologis antara lain karena bayi di tinggalkan ayah, ibu atau kedua orang  tuanya.
Jadi istilah pertumbuhan dimaksudkan pertumbuhan dalam ukuran-ukuran badan dan fungsi-fungsi  biologis
Menurut Nagel (1957), perkembangan merupakan pengertian dimana terdapat struktur yang terorganisasikan dan mempunyai fungsi-fungsi tertentu, oleh karena itu bilamana terjadi perubahan struktur baik dalam organisasi maupun dalam bentuk, akan mengakibatkan perubahan fungsi.
Menurut Schneirla (1957), perkembangan adalah perubahan - perubahan progresif dalam organisme, dan organisme ini dilihat sebagai sistem fungsional dan adaptif sepanjang hidupnya. Perubahan-perubahan progresif ini meliputi 2 faktor yakni kematngan dan pengalaman.
Spiker (1966), mengemukakan dua macam pengertian yang harus dihubungkan dengan perkembangan, yakni :
Ortogenetik, yang berhubungan dengan perkembangan sejakterbentuknya individu yang baru dan seterusnya sampai dewasa.
Filogenetik, yakni perkembangan dari asal-usul manusia hingga sekarang ini.
Perubahan-perubahan meliputi beberapa aspek, baik fisik maupun psikis. Perubahan tersebut dibagi menjadi 4 (empat) kategori utama, yaitu :
1.      Perubahan dalam ukuran
Perubahan dapat berbentuk pertambahan ukuran panjang atau tinngi maupun berat badan.
2.      Perubahan dalam perbandingan
Dilihat dari sudut fisik terjadi perubahan proposional antara kepala, anggota badan, dan anggota gerak.
3.      Berubah untuk mengganti hal-hal yang lama
Dari sudut emosi terjadi perubahan-perubahan ke arah kemampuan menunda emosi secara lebih tepat.
4.      Berubah untuk memperoleh hal-hal yang baru

Banyak hal yang akan diperoleh selama perkembangan sesuai dengan keadaan dan tingkatan/tahap perkembangannya

B.    TUGAS - TUGAS PERKEMBANGAN
Oleh Havighurst perkembangan tersebut dinyatakan sebagai tugas yang harus dipelajari, dijalani, dan dikuasai oleh setiap individu dalam perjalanan hidupnya, atau dengan perkataan lain perjalanan hidup manusia ditandai dengan berbagai tugas perkembangan yang harus ditempuh
Secara sadar pada akhir masa anak-anak seorang individu berupaya untuk dapat bersikap dan berperilaku lebih dewasa. Hal ini merupakan “tugas” yank cukup berat bagi para remaja untuk lebih menuntaskan tugas-tugas perkembangannya, sehubungan dengan semakin luas dan kompleksnya kondisi kehidupan yang harus dihadapi.
Oleh karena itu tugas perkembangan pada masa remaja ini dipusatkan pada upaya untuk menaggulangi sikap dan pola berperilaku kekanak-kanakan.
Havighurst (Garisson, 1956: 14-15)  mengemukakan 10 jenis tugas perkembangan remaja yaitu,
1). Mencapai hubungan dengan teman lawan jenisnya secara lebih memuaskan dan matang.
2). Mencapai perasaan seks dewasa yang diterima secara sosial.
3). Menerima keadaan badannya dan menggunakannya secara efektif.
4). Mencapai kebebasan emosonal dari orang dewasa.
5). Mencapai kebebasan ekonomi.
6). Memilih dan menyiapkan suatu pekerjaan.
7). Menyiapkan perkawinan dan kehidupan berkeluarga
8). Mengembangkan keterampilan dan konsep intelektual yang perlu Bagi warga negara yang kompeten
9). Menginginkan dan mencapai tigkah laku yang bertanggung jawab secara sosila, dan
10). Menggapai suatu perangkat nilai yang digunakan sebagai pedoman tingkah laku.

C.     HUKUM - HUKUM  PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Lingkungan dan latar belakang kebudayaan masing-masing bangsa mempengaruhi pola pertumbuhan dan perkembangan bangsa itu, dan dengan demikian, akan terjadi atau terbentuk karakteristik-karakteristik yang menjadi pola khusus bangsa yang bersangkutan.
Hukum-hukum perkembangan itu antara lain :
1.      Hukum cephalocoudal
Hukum ini berlaku pada pertumbuhan fisik dimulai dari kepala kearah kaki. Bagian-bagian pada kepala tumbuh lebih dulu daripada bagian-bagian lain. Hal ini sudah terlihat pada pertumbuhan pranatal, yaitu pada janin. Baik pada perkembangan pranatal, neonatal, maupun anak-anak, proporsi bagian kepala dengan rangka atau batang tubuhnya mula-mula kecil dan makin lama perbandingan ini makin besar.
2.      Hukum proximodistal
Hikum proximodistal dalah hukum yang berlaku pada perumbuhan fisik, dan menurut hukum ini pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi.Alat-alat tubuh yang terdapat dipusat seperti jantung, hati dan alat-alat pencernaan lebuh dulu berfungsi daripada anggota tubuh yang ada di tepi. Hal ini tentu saja karena alat-alat tubuh yang terdapat didaerah pusat itu lebih vital dari pada misalnya anggota gerak seperti tangan dan kaki.
Di tinjau dari sudut biologis, sudut anatomis, dan sudut ilmu faal masih banyak lagi ketentuan yang berhubungan dengan pertumbuhan, struktur dan fungsi, serta kefaalan anggota tubuh. Misalnya dalam hal kematangan, anggota-anggota tubuh akan tumbuh, berkembang dan berfungsi yang tidak sama antara satu sama lainnya.

3.      Perkembangan terjadi dari umum ke khusus
Terjadi proses deferensiasi seperti dikemukakan oleh Warner. Anak lebih dahulu mampu menggerakkan lengan atas, lengan bawah, tepuk tangan terlebih dahulu dari pada menggerakkan jari-jari tangannya
Dilihat dari segi perkembangan emosinya juga terjadi hal-hal yang sama. Anak menangis bila mengalami hal-halyang tidak enak, yang menyakitkan, yang menyedihkan, yang menjengkelkan dengan reaksi-reaksi yang sama.

4.      Perkembangan berlangsung dalam tahapa-tahapan perkembangan
Sebenarnya ciri-ciri yang ada pada masa perkembangan terdahulu dapat diperlihatkan pada masa-masa perkembangan berikutnya, hanya dalam hal ini terjadi dominasi pada ciri-ciri yang baru. Jadi bila seseorang sudah mencapai suatu tahap dalam perkembangannya , maka mungkin saja ia masih memeperlihatkan ciri-ciri yang sebenarnya merupakan ciri-ciri masa perkembangannya yang terdahulu, hanya saja apa yang diperlihatkan itu dalam “jumlah” yang kecil.
Contoh penahapan dalam perkembangan manusia antara lain meliputi: mas pra-lahir, masa jabang bayi (0-2 minggu), masa bayi (2 minggu-1 tahun), masa anak pra-sekolah (1-5 tahun), masa sekolah (6-12 tahun), masa remaja (13-21 tahun), masa dewasa (21-65 tahun), dan masa tua (65 tahun ke atas).

5.      Hukum tempo dan ritme perkembangan
Dalam praktek sering terkihat dua hal sebagai petunjuk keterlambatan pada keseluruhan perkembangan mental, yakni :
a)      Jika perkembangan kemampuan fisiknya untuk berjalan jauh tertinggal dari patokan umum, tanpa ada sebab khusus pada fungsionalitas fisiknya terganggu
b)      Jika perkembangan kemampuan berbicara sangat terlambat dibandingkan dengan anak-anak lain pada masa perkembangan yang sama. Seorang anak yang pada umur empat rahun misalnya masih mengalami kesulitan dalam berbicara, mengemukakan sesuatu dan terbatas perbendaharaan kata, mudah diramalkan anak itu akan mengalami kelambatan pada seluruh aspek perkembangannya
Cepat-lambtanya sesuatu masa perkembangan di capai, selain berbeda antara perkembangan filogenetik dan ontogenetik, juga memnunjukan perbedaan secara perorangan, meskipun tingakat perbedaanya tidak terlalu besar.
D.    REMAJA: KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGANNYA

Istilah adolescentia berasal dari kata latin: adulescentis Dengan adulescentia dimaksudkan masa muda. Adolescence menunjukkan masa yang tercepat antara usia 12-22 Tahun dan mencakup seluruh perkembangan psikis yang terjadi pada masa tersebut.
Remaja itu sulit didefinisikan secara mutlak. Oleh karena itu, di coba untuk memhami remaja menurut berbagai sudut pandangan, antara lain menurut hukum, perkembangan fisik, WHO, sosial psikologi, dan pengertian remaja menurut pandangan masyarakat Indonesia.

1.      Remaja menurut hukum
Usia minimal untuk perkawinan menurut undang-undang disebutkan 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk pria (pasal 7 undang-undng) no. 1/1974 tentang perkawinan). Walaupun undang-undang tidak menganggap mereka yang diatas 16 tahun (untuk wanita) dan 19 tahun (untuk laki-laki) sebagai bukan anak-anak lagi, tetapi mereka juga belum dianggap dewasa penuh, sehingga masih diperlukan izin dai orang tua untuk mengawinkan mereka. Waktu antara 16 dan 19 tahunsampai 22 tahun ini disejajarkan dengan pengertian “remaja” dalam ilmu-ilmu sosial lain.
2.      Remaja ditinjau darimsudut perkembangan fisik

Dalam ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu yang terkait, remaja dikenal sebagai suatu tahap perkembangan fisik dimana alat-alat kelamin manusia mencapai kematangannya.
Remaja berarti tumbuh kearah kematangan baik secara fisik maupun kematangan sosial psikologisnya. Dalam hubungan dengan kematangansosial psikologis masih sulit mencari definisi yang bersifat universal.

3.      Batasan remaja menurut WHO

remaja adalah suatu masa pertumbuhan dan perkembangan di mana :
1)      Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.

2)      Individu mengalamiperkembangan psikologi dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.

3)      Terjadi peralihan ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri (Muangman, yang dikutip oleh Sarlito 1991:9)


4.      Remaja ditinjau dari faktor sosial psikologis
Salah satu ciri remaja disamping tanda-tanda seksualnya adalah: “perkembangan psikologis dan pada identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa”. Puncak perkembangan jiwa itu ditandai dengan adanya proses perubahan kondisi “entropy” ke kondisi “negen-tropy” (Sarlito,1991: 11)
Entropy adalah keadaan manusia dimana kesadaran manusia masih belum tersusun rapi. Walaupunisinya sudah banyak (pengetahuan, perasaan, dan sebagiannya), namun isi-isi tersebut belum saling terkait dengan baik, sehingga belum bisa berfungsi secara maksimal.
Negentropy adalah keadaan dimana isi kesdaran tersusun dengan baik, pengetahuan yang satu terkait dengan perasaan atau sikap.
Fisik atau konflik-konflik dalam diri remaja yang seringkali menimbulkan masalah itu, tergantung sekali pada keadaan masyarakat dimana remaja yang bersangkutan tinggal.
5.      Definisi remaja untuk masyarakat Indonesia
Menurut Sarlito (1991), tidak ada profil remaja Indonesia yang seragam dan berlaku secara Nasional.
Sebgai pedoman umum untuk remaja Indonesia dapat digunakan kebatasan usia 11-24 tahun dan belum menikah
Bigot, Khonsta, dan Palland mengemukakan bahwa masa pubertas berada dalam usia antara 15-18 tahun, dan masa adolescence dalam usia 18-21 tahun. Menurut Hurlock (1964) rentangan usia remaja itu antara 13-21 tahun, yang dibagi pula dalam usia remaja awal 13 atau 14 sampai 17 tahun dan remaja akhir 17 samapai 21 tahun.
Seorang remaja berada pada batas peralihan kehidupan anak dan dewasa. Tubuhnya sudah kelihatan “dewasa”, akan tetapi bila diperlakukan seperti orang dewasa ia gagal menunjukkan kedewasaannya. Pada remaja sering terlihat adanya :
1)      Kegelisahan.
2)      Pertentangan.
3)      Berkeinginan besar untuk mencoba segala hal yang ia belum ketahui.
4)      Keinginan menjelajah alam sekitar yang lebih luas.
5)      Mengkhayal dan berfantasi.
6)      Aktivitas berkeompok.


E.     JENIS-JENIS KEBUTUHAN DAN PEMENUHANNYA
Di samping sorang individu harus memahami dirinya sendiri, ia juga harus memahami orang lain dan memahami kehidupan bersama didalam masyarakat, memahamilingkungan serta memahami pula bahwa ia makhluk Tuhan.
Manusia memiliki kebutuhan individu ( yang juga dikenal kebutuhan pribadi) dan kebutuhan sosial kemasyarakatan. Dengan demikian, maka setiap individu tentu memiliki kebutuhan, karena ia tumbuh dan berkembang untuk mencapai kondisi fisik dan sosial psikologis yang lebih sempurna dalam kehidupannya.
Dorongan adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorongnya untuk melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu (Sumadi, 1971:70; Lefton, 1982: 137)
Kebutuhan dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Kebutuhan primer pada hakikatnya merupakan kebutuhn biologis atau organik dan umumnya merupakan kebutuhan yang didorng oleh motif asli. Contoh kebutuhan itu antara lain :  makan, minum, bernafas, dan kehangatan tubuh. Pada tingkat remaja dan dewasa kebutuhan primer ini dapat bertambah, yaitu kebutuhan seksual. Sedangkan kebutuhan sekunder umumnya merupakan kebutuhan yang didorong oleh motif yang dipelajari, misalnya kebutuhan untuk mengejar pengetahuan, kebutuhan untuk mengikuti pola hidup bermasyarakat, kebutuhan akan hiburan, alat transportasi, dan semacamnya. Kalsifikasi kebutuhan menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder sering digunakan, namun pengklasifikasian semacam itu sering membingungkan.
Menurut teori Freud, struktur kepribadian seseorang berunsurkan tiga komponen utama, yaitu : id, ego, dan superego
Id senantiasa akan muncul pada setiap perilaku. Id dikenal sebagai insting pribadi
Ego adalah komponen kepribadian yang praktis dan rasioal : berdasarkan egonya manusia mencari kepuasan atau kenikmatan berdasarkan kenyataan. Jadi ego adalah komponen pribadi yang mewakili kenyataan (realita), berfungsi menghambat munculnya dorongan asli (id) secara bebas dalam berbagai bentuk
Superego merupaka bagian dari konsep diri, yang di dalamnya terkandung kata hati yang bekerja sesuai dengan sistem moral dan ideal.
Pada kebutuhan bayi atau padapada kehidupan manusia kecil, perilakunya didominasi oleh kebutuhan-kebutuhan biologis yakni kebutuhan untuk mempertahankan diri. Kebutuhan ini disebut deficiency need artinya kebutuhan untuk pertumbuhan dan memangdiperlukan untuk tetap hidup (survival). Kemudian, pada masa kehidupan berikutnya, muncul kebutuhan mengembangan diri. Berkembangnya kebutuhan ni terjadi karena pengaruh faktor belajar; seperti kebutuhan akan cinta kasih, kebutuhan untuk memilik (yang ditandai berkembangnya “aku” manusia kecil), kebutuhan harga diri, kebutuhan akan kebebasan, kebutuhan untuk berhasil, dan munculnya kebutuhan untuk bersaing dengan yang lain.
Kebutuhan-kebutuhan sebelumnya adalah kebutuhan untuk memilik, baik pemilikan itu berkaitan dengan lingkungan manusia maupun yang berkaitan dengan kebendaan.
Meurut Lewis dan Lewis (1993) kegiatan remaja atau manusia itu didorng oleh berbagai kebutuhan, yaitu :
a.      Kebutuhan jasmaniah
Kebutuhan Jasmani / Kebutuhan Fisik
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan badan lahiriah atau tubuh seseorang. Contohnya seperti makanan, minuman, pakaian, sandal, pisau cukur, tidur, buang air kecil dan besar, seks, dan lain sebagainya.
b.      Kebutuhan psikologis
Kebutuhan Rohani / Kebutuhan Mental
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang dibutuhkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu bagi jiwanya secara kejiwaan. Contohnya seperti mendengarkan musik, siraman rohani, beribadah kepada Tuhan YME, bersosialisasi, pendidikan, rekreasi, hiburan, dan lain-lain.
kebutuhan psikologis, menurut A.H Maslow terdiri dari
1. Safety need : Rasa aman dan keselamatan.
2. Love need : Rasa kasih sayang, rasa memiliki dan dimiliki, serta
Hubungan yang berarti bagi orang lain.
3. Esteem need : Rasa harga diri dan pengakuan dari orang lain.
4. Aktualisasi diri : Kebutuhan akan peran dan fungsi di masyarakat, keluarga
dan lingkungan pekerjaan.

Tingkat dan jenis kebutuhan dasar tsb satu & lainnya tidak dapat dipisahkan karena
merupakan satu rangkaian dengan yang lainnya. Kebutuhan psikologis dan sosiogis
saling berhubungan erat dan mempunyai hubungan timbal balik. Gangguan salah satu di
antara kedua jenis kebutuhan dasar tsb akan mengakibatkan apa yang disebut dengan
psikomatis.

Dalam ilmu psikologi modern dipahami jiwa dan raga manusia sehingga keseluruhan
yang baik dapat dipecahbelahkan. Hubungan jiwa dan raga demikian erat sehingga
tekanan jiwa yang kuat, dapat mempengaruhi kessehatan badan, penyakit yang psikogen
dan sebaliknya.

Jika jasmani tidak sehat maka rohani ( psikis ) ikut terpengaruh, misalnya karena
badan tidak sehat maka daya ingat akan lemah, kemampuan belajar dan bekerja
menurun. Bila makanan tidak memenuhi gizi dapat berpengaruh pada pertumbuhan
corteks, yaitu selaput luar otak, pusat keaktifan jiwa dapat tergangggu yanng berakibat
keaktifan jiwanya ikut lemah, sebaliknya masalah – masalah psiko / jiwa dan tekanan
jiwa dapat mempengaruhi kondisi tubuh, kurang nafsu makan, daya tahan tubuh
berkurang dan akibatnya penyakit lebih mudah menyerang
c.       Kebutuhan ekonomi
Kebutuhan Primer : kebutuhan ini mutlak harus dipenuhi agar kita tetap hidup,
seperti kebutuhan akan makanan, pakaian, tempat tinggal,
dsb.
Kebutuhan Sekunder : kebutuhan ini disebut juga kebutuhan kultural, kebutuhan
ini timbul bersamaan meningkatnya peradaban manusia
seperti:
-ingin makan enak
-ingin pakaian yang lebih bagus
-ingin perabotan lebih bagus
-nonton film, pentas seni, dsb.
Kebutuhan Tertier : kebutuhan ini ditujukan untuk kesenangan manusia, seperti kebutuhan akan perhiasan, mobil mewah, rumah mewah, dsb.
Dewasa ini banyak barang yang semula dipandang mewah, sekarang telah digolongkan menjadi kebutuhan sekunder, seperti: pesawat TV, telepon, dan komputer. Demikian juga untuk pendidikan dan kesehatan telah digolongkan menjadi kebutuhan primer, mengingat kebutuhan ini sangat mendesak dan penting bagi kehidupan manusia.

d.      Kebutuhan social
Kebutuhan Sosial / Kolektif
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan akan berbagai barang dan jasa yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan sosial suatu kelompok masyarakat. Contohnya adalah jalan umum, penerangan tempat umum, berserikat mengeluarkan pendapat, berbisnis, berorganisasi, dan lain-lain.

e.       Kebuthan politik
Manusia sebagai makhluk yang memilih ( makhluk politik )

Manusia, menurut pribahasa Yunani, adalah zoon politicon yang berarti bahwa manusia adalah makhluk yang suka bergaul ( makhluk sosial ). Disamping itu manusia juga berperan sebagai makhluk politik yang ditandai dengan adanya penentuan atas pilihan – pilihan dalam menjalani hidupnya. Maka dari itu fungsi politik, sekecil apapun bentuknya, tidak dapat dipisahkan dari segenap aktivitas manusia.

f.       Kebutuhan penghargaan
Kebutuhan akan penghargaan terlihat dari kecenderungan peserta didik untuk diakui dan diperlakukan sebagai orang yang berharga diri. Mereka ingin memiliki sesuatu, ingin dikenal dan ingin diakui keberadaaannya di tengah-tengah orang lain. Mereka yang dihargai akan merasa bangga dengan dirinya dan gembira, pandangan dan sikap mereka terhadap dirinya dan orang lain akanpositif. Sebaliknya, apabila peserta didik merasa diremehkan, kurang diperhatikan, atau tidak kurang mendapat tanggapan yang positif atas sesuatu yang dikerjakannya, maka sikapnya terhadap dirinya dan lingkungannya menjadi negatif.
Oleh sebab itu, untuk menumbuhkan rasa berharga di kalangan peserta didik, guru dituntut untuk:  
  • Menghargai anak sebagai pribadi yang utuh 
  • Menghargai pendapat dan pilihan siswa 
  • Menerima kondisi siswa apa adanya serta menempatkan mereka dalam kelompok secara tepat berdasarkan pilihan masing-masing, tanpa adanya paksaan dari guru. 
  • Dalam proses pembelajaran, guru harus menunjukkan kemampuan secara maksimal dan penuh percaya diri di hadapan peserta didiknya 
  • Secara terus-menerus guru harus mengembangkan konsep diri siswa yang positif, menyadarkan siswa akan kelebihan dan kekurangan yang dimiliknya 
  • Memberikan penilaian terhadap siswa secara objektif berdasarkan pertimbangan kuantitatif dan kualitatif. Artinya, guru harus mampu menilai perkembangan diri peserta didik secara menyeluruh dan bersifat psikologis, tidak semata-mata bersifat matematis


g.      Kebuthan aktualisasi diri
  kebutuhan untuk berekspresi, Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi potensi psikologis yang unik. Aktualisasi diri akan dibantu atau dihalangi oleh pengalaman dan oleh belajar khususnya dalam masa kanak kanak. Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang. Ketika mencapai usia tertentu (adolensi) seseorang akan mengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologis ke psikologis. Menurut konsep Hirarki Kebutuhan Individu Abraham Maslow (dalam Schultz, 1991), manusia didorong oleh kebutuhan-kebutuhan universal dan dibawa sejak lahir. Kebutuhan ini tersusun dalam tingkatan-tingkatan dari yang terendah sampai tertinggi. Kebutuhan paling rendah dan paling kuat harus dipuaskan terlebih dahulu sebelum muncul kebutuhan tingkat selanjutnya. Kebutuhan paling tinggi dalam hirarki kebutuhan individu Abraham Maslow adalah Aktualisasi Diri.

Jadi prasyarat untuk mencapai aktualisasi diri adalah memuaskan empat kebutuhan yang berada dalam tingkat yang lebih rendah: 1. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis, 2. kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman 3. kebutuhan-kebutuhan akan memiliki dan cinta 4. kebutuhan-kebutuhan penghargaan. Kebutuhan-kebutuhan ini harus sekurang-kurangnya sebagian dipuaskan dalam urutan ini, sebelum timbul kebutuhan akan aktualisasi diri.

Kebutuhan aktualisasi diri di atas nampaknya merupakan suatu kondisi puncak dari perkembangan individu. Pada awalnya maslow menyatakan bahwa orang-orang yang teraktualisasi diri hanya terdapat pada orang-orang berusia lanjut, cenderung dipandang sebagai suatu keadaan puncak atau keadaan akhir suatu tujuan jangka panjang, bukan sebagai suatu proses dinamis yang terus-menerus.

Namun Maslow juga menyatakan bahwa orang-orang muda tidak dapat mengaktualisasikan diri sepenuhnya, tetapi memiliki kemungkinan untuk memperlihatkan pertumbuhan baik ke arah aktualisasi diri.


F.     KEBUTUHAN REMAJA, MASALAH, DAN KONSEKUENSINYA

Beberapa jenis kebutuhan remaja dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok kebutuhan, yaitu :
a)      Kebutuhan organik, yaitu makan,minum,bernafas,seks;
b)      Kebutuhan emosional, yaitu kebutuhan untuk mendapatkan simpati dan pengakuan dari pihak laindikenal denagn n’Aff;
c)      Kebutuhan prestasi atau need of achievement (yang dikenal debgan n’Ach), yang berkembang karena didorong untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan sekaligus menunjukkan kemampuan psikofisis; dan
d)     Kebutuhan untuk mempertahankan diri dan mengembangkan jenis.
Di samping itu remaja membutuhkan pengakuan akan kemampuannya, menurut maslow kebutuhan ini disebut kebutuhan penghargaan.
Masalah dan konsekuensinya
1)      Upaya untuk mengubah sikap dan perilaku kekanak-kanakan menjadi sikap perilaku dewasa, tidak semuanya dapat dengan mudah dicapai oleh remaja laki-laki maupun perempuan. Kegagalan dalam mengatasi ketidakpuasan ini dapat mengakibatkan menurunya harga diri, dan akibat lebih lanjut dapat menjadikan remaja bersikap keras dan agresif ataupun sebaliknya bersikap tidak percaya diri, pendiam atau kurang harga diri
2)      Seringkali para remaja mengalami kesulitan untuk menerima perubahan-perubahan fisiknya. Hanya sedikit remaja yang merasa puas dengan tubuhnya. Halini disebabkan pertumbuhan tubuhnya dirasakan kurang serasi
3)      Perkembangan fungsi seks pada masa ini dapat menimbulkan kebingungan remaja untuk memahaminya, sehingga terjadi salah tingkah dan perilaku yang menentang norma.
4)      Masalah penyesuaian emosional, seperti perilaku yang over acting,” lancang”, dan semacamnya. Kehidupan bermasyarakat banyak  menuntut remaja untuk banyak menyesuaikan diri, namun yang terjadi tidak semuanya selaras. Remaja merasa selalu “disalahkan” dan akibatnya mereka frustasi dengan tinkah lakunya sendiri.
5)      Harapan-harapan untuk dapat brdiri sendiri dan hidup mandiri secara sosial ekonomis akan berkaitan dengan berbagai masalah untuk menetapkan pilihan jenis pekerjaan dan jenis pendidikan.
6)      Berbagai norma dan nilai yang berlaku dalam hidup bermasyarakat merupakan masalah tersendiri bagi remaja; sedang di pihak remaja merasa memiliki nilai dan norma kehidupannnya yang dirasa lebih sesuai. Seringkali perbedaan norma yang berlaku dan norma yang dianutnya menimbulkan perilaku yang menyebabkan dirinya dikatakan “nakal”

Usaha-Usaha Pemenuhan Kebutuhan Remaja dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan
            Kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya agar tetap tegar (survival). Akibat tidak terpenuhinya kebuthan fisik ini akan sangat berpengaruh dalam pembentukan pribadi dan perkembangan psikososial seorang individu. Mengahadapi kebutuhan ini latihan kebersihan,hidup teratur dan sehat,sangat perlu ditanamkan oleh orang tua,sekolah, dan lingkungan masyarakat kepada anak-anak dan para remaja.
            Khusus kebutuhan seksual, yang hal ini juga merupakan kebutuhan fisik remaja, pendidikan seksual di sekolah dan terutama di dalam keluarga harus mendapat perhatian.
            Untuk mengembangkan kemampuan hidup bermasyarakat dan mengenalkan berbagai norma sosial, amat penting di kembangkan kelompok-kelompok remaja untuk berbagai urusan, seperti kelompok olahraga, kelompok seni dan musik, kelompok koperasi, kelompok belajar,dan semacamnya.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar